[Inhoud]

HET VERHAAL VAN TAGOR.

Adalah saorang Melajoe nama Tengkoe Galib beranakan Deli, ada mempoenjai sebidang tanah di dekat tanah loembah koeda Medan sebegimana jang terseboet di dalam Gran dari Tengkoe Pangeran Bandahara Deli jang tertoelis pada 24 December 1895 No. 25 hoeroef D.

Maka pada tanggal 3 Mei 1896 tanah jang terseboet telah di djoealkan oleh Tengkoe Galib itoe seperlima bahagiannja kapada Hadji Abdul Madjid dan Hadji Arsad, dengan harga $ 150.— (seratoes lima poeloeh ringgit boeroeng).

Dan pada tanggal 12 Juli 1896 tanah jang katinggalan itoe Tengkoe Galib djoeal lagi kapada kami lima orang nama Mangaradja Tagor, Mohamad Thahir, si Kantjah, Hadji Oesman dan si Marah dengan harga $ 300.— (tiga ratoes ringgit boeroeng). Maka dengan moefakat kami semoeanja atas belian itoe tanah di taroehlah atas nama Mangaradja Tagor.

Tetkala Tengkoe Galib mendjoealkan tanah jang seperlima bahagian itoe dan tanah jang katinggalan itoe adalah terang di moeka Padoeka Tengkoe Besar negri Deli serta telah menoeroenkan tanda tangan dan tjapnja di dalam Gran² itoe, bahasa itoe tanah soedah djadi milih kapada kami semoeanja.

Sesoedahnja itoe baharoelah kami orang semoeanja mendirikan roemah² dan bertanam-tenaman, di atas tanah haq masing² dengan maksoed pada tempat itoelah akan mentjahari penghidoepan serta memeliharakan anak bini masing² dan setengahnja ada jang mendirikan roemah papan atap genteng dan setengahnja roemah papan atap nipah toeroet sebegimana kamampoeannja masing², sehingga sampeilah siap masing² ampoenja tempat, dalam bebrapa boelan kami orang telah mendoedoeki tempat itoe tiadalah soeatoe apa gendala.

Dalam hal jang demikian pada boelan April 1897, maka [53]datanglah saorang toean Ingenieur Burgerlijke Openbare Werken pereksa dan meoekoer itoe tanah serta mendirikan pantjang² di atas tanah haq kami itoe, kemoedian tiada selang bebrapa hari lama antaranja maka datanglah padoeka toean Breuking aspirant controleur di Medan memberi perentah kapada kami semoeanja bahoea dalam tempo 8 hari kami semoeanja misti pindah dari itoe tempat serta memboengkar roemah² tempat kadiaman kami itoe serta mentjaboet sekalian tanam tenaman jang telah kami tanamkan di atas itoe tanah, apakala kami orang tiada menoeroet perentah itoe, kelak akan di soeroeh boengkar dan di tjaboet oleh politie dengan orang rantai. Pada waktoe itoe kamipoen moehoen pereksa kapada toean Breuking, karana apa perentah jang demikian di djalankan atas kami, sebegimana kata toean Breuking segala tanah jang telah di djoeal oleh Tengkoe Galib itoe ijalah termasoek kapada tanah loemba koeda.

Itoepan karana fikiran kami jang itoe tanah soedah njata djadi haq kapada kami anganlah kami akan menoeroet perentah jang demikian, sehingga datanglah panggilan dari padoeka toean controleur Medan, serta mengasih perentah lagi jang kami semoeanja dengan sigera misti pindah dari itoe tempat, hatta djawab apapoen jang telah di maäloemkan tiada djoega loeloes, melainkan roemah² itoe di boengkar dan di pindahkan djoega serta tanam tenaman itoe di tjaboet. Kemoedian tiada bebrapa hari lagi datanglah perentah jang kami semoeanja akan mengadap di medjilis karapatan, itoepoen kami mengadaplah dengan bebrapa kali boeat di pereksa itoe perkara, achirnja sepandjang titah Tengkoe Pangeran Bandahara Deli, ta’dapat tiada kami semoeanja misti pindah djoega dari itoe tempat serta dengan lekas² boengkar itoe roemah² dan tjaboet itoe tanam tenaman semoeanja dengan tiada mendapat ganti karoegian soewatoe apa; walakin dengan djalan apa sekalipoen kami sekalian berdatangkan sembah maaloem sopaja moedah moedahan adalah koernia akan djadi [54]ganti karoegian kapada kami masing² itoepoen tiada djoega di perkanankan.

Waktoe itoe telab adzamlah di dalam hati masing² jang kami sekalian roepa²nja akan djadi teraniajalah di dalam perkara itoe dan saäkan² poetoeslah pengharapan kami semoeanja dari kaädilan wakil daulat sripadoeka Gouvernement dan Radja di dalam negri Deli.

Maka dengan pertolongan toean W. G. van den Berg, vendumeester di Medan di toendjoekkannjalah kapada kami, bahoea terlebeh baik itoe perkara di serahkan kapada saorang toean nama Mr. J. van den Brand, Advocaat jang baharoe datang dari Semarang masa itoe tinggal menoempang di Medan Hotel, maka dengan bersigeralah kami semoeanja pergi mendapatkan toean itoe boeat minta pertolongan sopaja boleh di oeroeskannja kami poenja perkara itoe moedah²han terpeliharalah kami dari pada aniaja itoe. Maka apabila bertemoelah kami dengan toean Mr. J. van den Brand, kami tjeritakanlah oesoel atsalnja perkara itoe kapadanja dan waktoe itoe djoega kami serahkanlah perkara itoe kapadanja dengan koewasa jang semporna.

Kemoedian dari pada itoe datanglah perentah dari padoeka toean controleur dan Tengkoe Pangeran Bandahara memaksa sopaja dengan sigera djoega kami sekalian pindah dan boengkar itoe roemah² dari tempat jang terseboet, dan sopaja djanganlah sampei datang politie dengan orang rantai akan memboengkar roemah² itoe.

Maka pada waktoe itoe djoega kami semoeanja chabarkanlah kapada toean Mr. J. van den Brand bahasa ada perentah jang demikian, maka djawab toean Mr. J. van den Brand kapada kami sekalian bahoea perentah jang demikian djanganlah di toeroet dan djikalau ada politie atau siapa djoegapoen jang datang hendak memboengkar itoe roemah² serta mentjaboet segala tanam tenaman itoe hendaklah kami semoeanja melawan dengan bersoenggoeh² hati walaupoen hingga sampei besipoekoelan sekalipoen, serta toean Mr. J. [55]van den Brand soeroeh pada kami sekalian dengan bersiap sendjata, apabila mendjadi perkara toean Mr. J. van den Brand lah jang akan mengadap di moeka pengadilan.

Dalam hal jang demikian toean Mr. J. van den Brand pergilah menghadap toean Resident dan toean Controleur meraberi tahoekan itoe perkara, basasa kalau ada politie atau siapa djoegapoen jang hendak memboengkar roemah² atau mentjaboet segala tanam tenaman di tempat jang terseboet akan di soeroeh poekoel dan lawan dengan bersoenggoeh² hati, walaupoen mendjadikan bersiboenoehan² sekalipoen begitoelah kata toean Mr. J. van den Brand kapada toean Resident dan kapada toean Controleur.

Kemoedian selang bebrapa hari antaranja kami orangpoen di panggillah di moeka karapatan Medan waktoe menghadap itoe toean Mr. J. van den Brand adalah djoega bersama² dengan kami menghadap di moeka karapatan itoe.

Apabila di pereksa itoe perkara maka toean Mr. J. van den Brand telah djawab di moeka karapatan itoe, kalau Sripadoeka Toeankoe Sulthan mau seleseikan itoe perkara dengan djalan damei serta membajar karoegian semoeanja itoe saja mau terima, kalau tiada begitoe saja mintak lebeh dahoeloe itoe perkara akan di poetoeskan oleh pengadilan Gouvernement, sesoedahnja itoe toean Mr. J. van den Brand poen kombalilah.

Maka antara bebrapa hari lamanja datanglah panggilan kapada kami semoeanja akau menghadap lagi di moeka karapatan boeat menerima bajaran ganti dari karoegian kami masing² menoeroet sebegimana djoemalah kami orang ampoenja kira, lantas kami semoeanja pergilah terima bajaran itoe. Akan tetapi di dalam kami semoeanja melainkan Hadji Oesman djoega jang tiada menerima wang bajaran itoe dan di idzinkanlah dianja boeat tinggal beroemah di atas tanah itoe djoega hingga sampeilah pada masa ini, itoepoen sangatlah herannja hati kami atas Hadji Oesman itoe karana apa dianja boleh tinggal djoega di atas itoe tanah.

(w. g.) Deman M. Tagor.